Pagi ini rasanya senyum
dikulum saja, beberapa teman apdet status tentang kekesalannya dengan berbagai
macam sebab. Saya mau signout dari grup kayanya ngga pas, saya mau delete
contactnya ngga bener juga, seperti memutus tali silaturahmi. Lalu saya
biarkan. Saya biarkan hati dan otak ini berolahraga dalam ragam keikhlasan.
Saya juga mau curhat kok =)
Sampai sahabat saya ngobrol tentang aktivitasnya
di pagi ini. Di pagi ini dia sudah kirim foto terbaru yang ada dia dan pantai. "jangan ngiri ya, nanti kita mau
diving". Berasa ditampar sama sirip pari “ya irilah. Jelas, obvious”. Saya text demikian.
Terakhir lebaran tahun lalu saya ke laut di daerah Sumur-Ujung Kulon.
Sepertinya baru ya? Menjadi lama terasa karena saya suka laut. Suka dengan campuran warna langit dan air yang menyatu di satu titik. Suka dengan
campuran air dan pasir yang membuat kulit terasa sehat dan perih bersamaan.
Suka dengan teriknya matahari. Suka dengan keindahan dalam lautnya. Suka dengan
kebebasan yang ditawarkan alam.
Tapi saya tidak tertarik dengan rasa asinnya air
laut.
Saya pejamkan mata...saya coba resapi setiap detail
asa saya pada laut. Debur ombaknya? ya..menderu dengan lembut di pagi hari.
Gulungan ombaknya terpantul sinar matari, menjadi cantik dan rupawan. Gagah.
Pecahan ombaknya, gemulai. Saya berlari, berteriak dan menghempaskan diri ke
laut begitu saja.
Laut layaknya kopi, memiliki citra magis untuk saya....
Lalu kemballi mengetik si dia...saya suka laut, saya suka alam dan kamu tau itu.
No comments:
Post a Comment