Tuesday, June 4, 2013

BB~BukuBagus~BukuBaik


Saya diajak Papa ke Taman Ismail Marzuki (TIM), ketemu dengan teman-temannya di warung makan, bertanya kabar sambil ketawa-ketawa sejenak. Papa saya ketika itu masih merokok dan ngopi. Semua teman-temannya juga sama, jadi asap rokok seperti kabut di daerah puncak. Dentingan gelas kopi bersautan dengan tawa-tawa lepas. Saya dari kecil sudah biasa menjadi perokok pasif. Menyedihkan. 

Menjelang pulang mampir dulu ke Bengkel Buku TIM, toko buku bekas. Saya langsung masuk dan liat-liat buku. Saya pribadi lebih suka cari buku ke toko buku bekas, terutama buku-buku yang tidak dicetak lagi atau buku yang dilarang terbit. Bentuk dan bau dari bukunya adalah waktu. Kertasnya kadang menguning. Semakin menguning kertasnya, untuk saya, buku itu semakin berharga. Kertas menguning itu seharusnya sudah melampaui banyak masa. 

Papa saya stand by di luar, asik ngobrol sama temennya yang lagi ngaso di dipan bambu depan bengkel bukunya. Setelah selesai ambil beberapa buku, saya keluar, siap membayar.

“iya nih, anak saya ulang tahun ke 17, katanya mau cari buku bagus di sini” kata papa.

“udah dapet buku bagusnya?” tanya si Om

Saya jawab, “lumayan Om”. Dia melihat beberapa buku yang saya ambil.

“tunggu sebentar ya”, si Om masuk ke tokonya sebentar dan keluar sambil bawa buku bekas, ukuran sedang, berwarna pink. “nih buku bagus” bukunya saya sambut, sambil bilang makasi. Saya lihat di cover bukunya ada gambar anak gembala, sambil megang sapi. Judulnya Anak Tani karya Laura Ingalls Wilder. Tipikal buku anak-anak seperti lima sekawan.

Di lembar depan Om Jose titip note “kedewasaan bukan berarti tidak menjadi anak-anak kan?selamat ulang tahun ke 17"...kira-kira begitu. Untuk kesekian kali, ungkapan bagus untuk buku dan notesnya adalah benar.

Beberapa waktu setelahnya, buku itu berpindah tangan dan hilang. Saya sedih karena saya ngga pernah lagi liat versi Anak Tani dalam bentuk bekas. Kalaupun dalam bentuk baru adanya seri Laura yang lain, dan sudah tercetak baru. Ceritanya pun sudah dibagi-bagi berdasarkan sub judul dan full gambar. Mana saya ngga hapal temanya apa aja. Saya bingung.

Tapi Tuhan itu baik, setelah mencoba mencari, Anak Tani sudah kembali dalam balutan sampul plastik keras walaupun tanpa note sweet seventeen di lembar pertamanya. Hanya tertera “property of Mrs. Susaan Manuel”.

Yes, buku bekas

When you are down to nothing, GOD is up to something -zen philosophy-

No comments:

Post a Comment