Saya diajak Papa ke Taman
Ismail Marzuki (TIM), ketemu dengan teman-temannya di warung makan, bertanya
kabar sambil ketawa-ketawa sejenak. Papa saya ketika itu masih merokok dan
ngopi. Semua teman-temannya juga sama, jadi asap rokok seperti kabut di daerah
puncak. Dentingan gelas kopi bersautan dengan tawa-tawa lepas. Saya dari kecil
sudah biasa menjadi perokok pasif. Menyedihkan.
Menjelang pulang
mampir dulu ke Bengkel Buku TIM, toko buku bekas. Saya langsung masuk dan
liat-liat buku. Saya pribadi lebih suka cari buku ke toko buku bekas, terutama
buku-buku yang tidak dicetak lagi atau buku yang dilarang terbit. Bentuk dan
bau dari bukunya adalah waktu. Kertasnya kadang menguning. Semakin menguning
kertasnya, untuk saya, buku itu semakin berharga. Kertas menguning itu seharusnya sudah melampaui banyak masa.
Papa saya stand by di luar, asik ngobrol sama
temennya yang lagi ngaso di dipan bambu depan bengkel bukunya. Setelah selesai ambil
beberapa buku, saya keluar, siap membayar.
“iya nih, anak saya ulang tahun ke 17, katanya mau
cari buku bagus di sini” kata papa.
“udah dapet buku bagusnya?” tanya si Om
Saya jawab, “lumayan Om”. Dia melihat beberapa buku
yang saya ambil.
“tunggu sebentar ya”, si Om masuk ke tokonya
sebentar dan keluar sambil bawa buku bekas, ukuran sedang, berwarna pink. “nih
buku bagus” bukunya saya sambut, sambil bilang makasi. Saya lihat di cover
bukunya ada gambar anak gembala, sambil megang sapi. Judulnya Anak Tani karya
Laura Ingalls Wilder. Tipikal buku anak-anak seperti lima sekawan.
Di lembar depan Om Jose titip note “kedewasaan
bukan berarti tidak menjadi anak-anak kan?selamat ulang tahun ke
17"...kira-kira begitu. Untuk kesekian kali, ungkapan bagus untuk buku dan notesnya adalah benar.
Beberapa waktu setelahnya, buku itu berpindah
tangan dan hilang. Saya sedih karena saya ngga pernah lagi liat versi Anak Tani
dalam bentuk bekas. Kalaupun dalam bentuk baru adanya seri Laura yang lain, dan
sudah tercetak baru. Ceritanya pun sudah dibagi-bagi berdasarkan sub judul dan
full gambar. Mana saya ngga hapal temanya apa aja. Saya bingung.
Tapi Tuhan itu baik, setelah mencoba mencari, Anak
Tani sudah kembali dalam balutan sampul plastik keras walaupun tanpa note sweet
seventeen di lembar pertamanya. Hanya tertera “property of Mrs. Susaan Manuel”.
Yes, buku bekas
When you are down to nothing, GOD is up to
something -zen philosophy-
No comments:
Post a Comment