Tuesday, June 4, 2013

Bangkrut Informasi



Seminggu lalu, saya pergi ke museum-museum di Jakarta. 2 museum saja tepatnya setelah berkurang dari target 3 museum karena Jakarta macret kacrut di mana-mana.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi dan Museum Sumpah Pemuda, Monas batal. 

Saya kirim pesan pendek kepada kawan sebelum berangkat "Hari ini mau menjelajah kaburnya sejarah proklamasi". Sejarah yang selalu tidak pernah terceritakan dengan baik. Sejarah yang compang camping di sana sini. Tertambal sulam dan benangnya selalu saja kusut. Saya membaca sejarah melalui perca cerita dari mulut ke mulut dan coretan-coretan lepas para penulis.

Setelah selesai menjelajah, hati saya panas, mata saya berdebu, kening saya berkerut. Sedih sekali rasanya. Saya kirim pesan lagi, "Menyedihkan saya baru tau kalau...." dan curhatan kekesalan ditutup dengan "apalagi yang saya nggak tau ya ". 

Ya, menyedihkan...saya penduduk aseli Jakarta tidak mengetahui keberadaan Museum ini. Saya sebagai rakyat yang mencicipi nikmatnya kemerdekaan hanya berfikir bahwa tempat ini hnayalah gedung tua kosong yang tidak bisa bercerita. Saya selalu merasa cukup tahu dengan cerita kelam sejarah bangsa ini, tempat-tempat bersejarahnya, dan barang antik di Jakarta. Tapi hanya untuk Gedung Sumpah Pemuda yang sederatan dengan kampus saya, yang dengan seringnya saya jalan ke kwitang dan muter-muter TIM sambil mampir sebentar di Jalan Surabaya membuat saya sudah merasa menggenapi daerah Tjikini yang Kramat.

Dia balas, "semakin kamu tahu banyak kamu akan semakin sadar sebenarnya yang kamu tahu tidak banyak. Semakin kamu tidak banyak tahu, semakin kamu tidak tahu bahwa kamu tidak tahu apa-apa"...Rasa sedih ini terus berlanjut, saya merasa mendadak bangkrut informasi. Terlebih informasi telanjang seperti ini. 

"pilih tahu atau tempe" tutupnya, saya balas "yang pasti bukan susu kedelai"...

No comments:

Post a Comment