Dalam obrolan ringan, seorang kawan beragama
melempar isu bahwa Tuhan itu tidak eksis. Semua kejadian demi kejadian terjadi
karena kuasa Alien. Setelah mengatakan ini dia minta maaf kepada Nabi Muhammad,
Allah, Bunda Maria, Budha dan terpenting Sang Hyang Widhi sambil memberikan senyum lebar.
Alien, saya masih
setengah-setengah percaya. Karena di kumpulan benda langit terdekat dengan
bumi, Saturnuspun belum terjamah untuk diteliti sampai ke dasar. Apalagi gugus
Andromeda yang letaknya super jauh meskipun terhitung sebagai tetangga paling
dekat Bima Sakti, -tempat Bumi dan Saturnus ada-. Jadi keberadaan Alien bisa
jadi ada. Seperti penemuan beberapa tahun lalu di dasar laut, dengan panas
mencapai 150 derajat, tidak ada oksigen, dan pemakaian bahan kimia beracun sekelas
Methan sebagai salah satu
bahan bakar kehidupannya, mustahal makhluk hidup bisa bertahan. Namun malah
ditemukan organisme hidup yang mengandalkan kondisi itu, mereka bahkan bertetangga, berkecamatan dan berkota-kotaan.
Penelitian, laporan saksi mata, buku hingga film
menimbulkan pro kontra tentang keberadaan Alien sampai sekarang. Informasi
terakhir mengenai Alien saya dapatkan di film bergenre komedi berjudul
"Paul". Paul adalah alien yang hidup di gugus Andromeda, dia ternyata
sudah teken kontrak dengan "Amerika" sejak puluhan tahun silam untuk
ikut berkontribusi memberikan informasi tentang alien, teknologi, kecerdasan
dan lainnya. Dengan bertelanjang dada, memakai celana pendek dan sendal jepit,
Paul tidak henti-hentinya merokok dan melucu sambil memberikan
celetukan-celetukan ringan tentang keberadaan Alien, tentu dengan gayanya yang
so Amerika. Paul juga punya kerjaan sampingan, dia ikut memberikan saran kepada
salah satu sineas ternama yaitu Steven Spielberg dalam film E.T nya.
Steven, berkonsultasi dengan Paul untuk debut filmnya. Film E.T sukses besar.
Kembali ke rekan saya itu, dia percaya dengan
keberadaan Alien yang super cerdas. Keberadaan manusia melalui kloning adalah
salah satu bentuk teknologi "kuno" yang dimiliki alien untuk
menciptakan kita, katanya.
Kata saya "Kloningan memiliki keterbatasan
akut. Dan hanya Tuhan yang sanggup membuat manusia berjiwa asli, bukan assun
(asal suntik)...".
Lanjut saya, "Ya karena karena kloning
terbatas akan sifat dasarnya saja, bukan pengalamannya", Dan Film tentang
kakunya kloners diceritakan dengan bagus di "Cloud Atlas".
Saya tutup "Titipkan aku 10 kloningan kamu,
aku pasti minta tambah versi aslinya".
Dia tertawa ngakak sampai semburat merah di pipinya
yang sawo matang terlihat.
Jieee, GR.
No comments:
Post a Comment