Saya suka sekali berkebun. Dimulai dengan melihatnya, menghirup
udara terbaik yang diberikan tanaman, tanaman
mana yang bisa saya perbaiki. Adalah langkah-langkah awal sebelum akhirnya saya
larut dalam serunya berkebun. Mana daun-daun tua yang sudah harusnya digunting
dan dipotong. Tanaman mana yang sudah seharusnya dipecah dan semuanya.
Awalnya?saya sangat amat terpaksa untuk melakukan itu semua.
Terimakasih untuk Papa, yang dengan kegarangannya membuat saya terpaksa
menginjak tanah becek, merasakan tanah yang sehat dan yang sakit, terluka kena
pecahan benda tajam yang terkandung dalam tanah atau karena pecahan pot, kuku
yang menghitam, peluh keringat karena melakukannya hampir siang dan kecapean
mengangkat dan mengeluarkan tanaman untuk dipindahkan ke tempat yang telah
disediakan dan terakhir memegang cacing seperti binatang yang tidak
menggelikan.
Kini, saya kecanduan. Ritual berkebun yang bisa dimulai
dengan menggemburkan tanah dengan pupuk alami dari daun-daun kering, memindahkan
cacing dari satu tempat ke tempat lain yang membutuhkan perannya, memecah
tanaman ketika sudah hidup dengan sesak adalah momen terpenting dalam berkebun. Menyiramnya adalah momen penting terakhir. Kadang saya berharap hujan bisa
menggantikan peran saya ketika tidak sempat nyiram.
Di rumah Papa semua tanaman hidup dengan subur, walaupun
hanya jenis tanaman tertentu yang bisa hidup, mengingat rumah kami yang terkena
matahari sore. Suplir adalah pagar tanaman di rumah kami. Begitu cantik, besar
dan meneduhkan.
Sekarang saya merasakan berkebun adalah bagian terpenting
untuk membuat saya menghargai lingkungan. Lingkungan adalah alasan saya berfikir
mengapa hidup itu penting.
Saya lebih memilih memiliki tanaman di tanah daripada di pot.
Karena tanaman akan lebih leluasa menghisap sari-sari terbaik yang diberikan
tanah. Tanaman akan tumbuh lebih subur dan tanahpun akan senang. Banyak area
resapan air untuknya. Saya dan tanah berbagi, saya dan lingkungan ikut sehat.
Pada tahapan ini saya merasa telah berusaha untuk menjadi
manusia yang cukup adil. Saya berusaha untuk berbagi dengan alam. Tapi saya
masih belum memiliki lubang biopori, sumur resapan dan masih belum bisa memilah
sampah secara konsisten.
Many many thank to Allah, that has created nature and my Papa.
Gardening is how I relax, and you?
No comments:
Post a Comment