Monday, January 14, 2013

love gardening a lot



Saya suka sekali berkebun. Dimulai dengan melihatnya, menghirup udara terbaik yang diberikan tanaman,  tanaman mana yang bisa saya perbaiki. Adalah langkah-langkah awal sebelum akhirnya saya larut dalam serunya berkebun. Mana daun-daun tua yang sudah harusnya digunting dan dipotong. Tanaman mana yang sudah seharusnya dipecah dan semuanya.

Awalnya?saya sangat amat terpaksa untuk melakukan itu semua. Terimakasih untuk Papa, yang dengan kegarangannya membuat saya terpaksa menginjak tanah becek, merasakan tanah yang sehat dan yang sakit, terluka kena pecahan benda tajam yang terkandung dalam tanah atau karena pecahan pot, kuku yang menghitam, peluh keringat karena melakukannya hampir siang dan kecapean mengangkat dan mengeluarkan tanaman untuk dipindahkan ke tempat yang telah disediakan dan terakhir memegang cacing seperti binatang yang tidak menggelikan.

Kini, saya kecanduan. Ritual berkebun yang bisa dimulai dengan menggemburkan tanah dengan pupuk alami dari daun-daun kering, memindahkan cacing dari satu tempat ke tempat lain yang membutuhkan perannya, memecah tanaman ketika sudah hidup dengan sesak adalah momen terpenting dalam berkebun. Menyiramnya adalah momen penting terakhir. Kadang saya berharap hujan bisa menggantikan peran saya ketika tidak sempat nyiram.

Di rumah Papa semua tanaman hidup dengan subur, walaupun hanya jenis tanaman tertentu yang bisa hidup, mengingat rumah kami yang terkena matahari sore. Suplir adalah pagar tanaman di rumah kami. Begitu cantik, besar dan meneduhkan.

Sekarang saya merasakan berkebun adalah bagian terpenting untuk membuat saya menghargai lingkungan. Lingkungan adalah alasan saya berfikir mengapa hidup itu penting.

Saya lebih memilih memiliki tanaman di tanah daripada di pot. Karena tanaman akan lebih leluasa menghisap sari-sari terbaik yang diberikan tanah. Tanaman akan tumbuh lebih subur dan tanahpun akan senang. Banyak area resapan air untuknya. Saya dan tanah berbagi, saya dan lingkungan ikut sehat. 

Pada tahapan ini saya merasa telah berusaha untuk menjadi manusia yang cukup adil. Saya berusaha untuk berbagi dengan alam. Tapi saya masih belum memiliki lubang biopori, sumur resapan dan masih belum bisa memilah sampah secara konsisten.

Many many thank to Allah, that has created nature and my Papa. 

Gardening is how I relax, and you?


No comments:

Post a Comment