Monday, January 14, 2013

HUJAN


Hujan A beautiful gift sent from above. Berucap syukur tiada henti. Karena hujan yang memungkinkan perenungan menjadi optimal lebih cepat dibandingkan di gurun. Hujan bisa membuat hati yang panas menjadi tambah panas karena kehujanan dan membuat tidur malam menjadi semakin sempurna kalau saja genteng bocor dan PR karena berada di daerah rawan banjir.

Namun, hujan itu terasa sangat diingini dan berharap tiada pernah selesai, jika:

a.       Duduk selonjoran di sofa, dengan selimut setinggi paha, jendela dibuka lebar-lebar, minuman hangat (saya prefer kopi), bacaan, musik pendukung perasaan saat itu dan juga aroma dari kebun mungil hasil berkebun pribadi, dengan melati yang sedang berbunga pesat. Kemudian aroma melatinya berbaur dengan aroma hujan dan masuk melalui jendela, sampai ke hidung dan menjadi penutup relaksasi. Ada binatang peliharaan?jangan ditolak, karena sifatnya menyempurnakan. Aku sebut, prefecto to yo.

b.       Duduk selonjoran di sofa, dengan selimut menutup hingga leher, jendela dibuka lebar-lebar, majalah+musik/nonton film pendukung perasaan saat itu. Ditutup dengan aroma dari kebun mungil hasil berkebun pribadi, dengan melati yang sedang berbunga pesat. Kemudian aroma melatinya berbaur dengan aroma hujan dan masuk melalui jendela, sampai ke hidung dan menjadi penutup relaksasi. Ada binatang peliharaan?jangan ditolak, karena sifatnya menyempurnakan. Aku sebut, prefecto to yo to.

c.        Duduk tegap di bangku, menghadap laptop. Ditemani dengan secangkir, ooops, segelas kopi cream hangat. Ide berdatangan, bingkai tulisan terlihat jelas. Musik dari rintikan hujan sepertinya cukup. Ada binatang peliharaan?jangan ditolak, karena sifatnya menyempurnakan. Aku sebut, prefecto to yo.
    
    d.       Duduk sambil menatap jendela yang dikenai air hujan, pakai kemeja super besar, dan berdoa agar perasaan ngga jelas ini cepat mendapatkan  sinar matahari yang lebih suka melirik. Saya sebut ini galau. Tidak disarankan berlama-lama merenung ketika musim hujan, kecuali benar2 memahami masalahnya. 

Saya sendiri bukan pecinta hujan. Namun saya mencintai momen-momen berharga di dalamnya. Momen untuk kembali bersyukur dan meresapi indahnya arti hidup. 

-Karena hujan membawa banyak kesempatan untuk apapun hidup bersamanya-

2nd consistency, 00:22, hujan lebat.

No comments:

Post a Comment