.....
Kalau orang bisa melihat betapa kriteria seseorang yang cantik, solehah, cerdas, berasal dari keturunan yang jelas kemudian berpasangan
dengan laki-laki yang juga sesempurna dirinya, namun hubungannya
berakhir dengan kisah romantis yang ternyata tidak lagi manis. Apakah salah
kalau saja dikatakan cinta memang pemilih?
.....
Katakan Rana, wanita dengan keseluruhan kesempurnaan
perempuan di dalamnya. Menjalin hubungan dengan Radith, lelaki dengan setengah
kesempurnaan si wanita. Semua orang berhak menilai, bahwa Radith adalah pria
beruntung. Tapi semua orangpun berhak menghakimi ketika Radith diketahui
menyudahi hubungannya dengan Rana hanya karena, tidak ada lagi cinta, atau beda
prinsip.
Salah siapa?Anda berhak menilai.
Meno laki-laki dengan mental pemarah, perawakan tinggi
besar, suka bertualang dan hobinya begadang, Nafasnya bau karena bersahabat
dengan kopi dan rokok. Tidak ada yang salah sepertinya kecuali mental pemarah dan nafasnya yang kurang sedap. Memiliki hubungan
setia dengan perempuan lemah lembut, penakut dan juga sedikit lemot. Sandra.
Siapa yang tidak beruntung?
Lala, wanita berkebutuhan khusus, jago berhitung, emosi
tidak terkontrol dan mata beradu. Dilengketi oleh Sarno, lelaki polos, kulit
sawo matang, ramah dan juga alim. Terlihat mesra dan bahagia akhir hayat.
Siapa yang beruntung?
Terakhir, Woro, lelaki dengan keimanan di atas rata-rata,
menikahi perempuan dengan tingkat keimanan yang juga di atas rata-rata, sebut
saja Wening. Namun juga masih mencari bentuk kesempurnaan lain di luar sana.
Wening seakan tidak tahu dan merasa pasangannya
tidak mungkin seperti itu, karena keimanan yang menjaganya. Tapi, Wening membuat
suasana rumah kering, kata Woro.
Saya tidak mau memasukkan unsur kekerasan di sini. Kekerasan merupakan sinonim dari tidak ada yang perlu lagi dikejar apabila sudah terjadi hingga kedua kalinya. Kecuali pasangan kita sakit dan terbukti membutuhkan pengobatan dan -yang terpenting- dia mau mengikuti pengobatan tersebut. Kekerasan akan saya bahas dalam tulisan lain, kalaupun ada keterdesakkan ke arah sana. Karena sudah waktunya manusia menyadari bahwa kekerasan hanya bentuk lain dari tidak adanya pikiran yang sehat. Baik kekerasan secara fisik dan juga verbal. Dan verbal, bentuk kekerasan yang sering tidak kita sadari dampak buruknya.
Semua itu, contoh asal yang saya buat, hanyalah sedikit dari
contoh benar yang juga jauh lebih sakit di luar sana. Menurut saya, kita tidak
perlu menilai akan kebahagiaan orang lain berdasarkan kaca mata kita pribadi
dan berdasarkan standar kesempurnaan manusia pada umumnya. Kembali dan lalu
menyadari serta menghormati pilihan hati kita. Menjaganya untuk memilih
kebahagiaan lebih sulit dibandingkan memaksa saudara kembarnya mempreteli
mengapa alasan bahagia itu ada.
Temukan dengan indah dan juga logis mengapa pasangan Anda
membahagiakan Anda. Mengapa cintanya layak untuk dikejar dan mengapa bersamanya
adalah segenggam kebahagiaan yang tidak dapat terukur dengan zat apapun di
dunia ini. Terasa lebay?tak apa, cinta memang seharusnya lebay.
Satu titipan dari kawan, bahwa apabila cinta itu berawal
dengan rasa yang menggebu-gebu dan juga kuat bahkan menggembirakan hingga sesak
nafas, maka akan berjalan seperti itu dan apabilapun berakhir, akhirnya akan
terasa sama seperti peng-awalnya. Begitupun dengan cinta yang terasa pelan,
pasti dan sesak nafas berkurang. Cinta itu akan berjalan dengan lembut. Apabila
berakhir, kalau bisa jangan berakhir...somehow saya rasa itu benar.
Lagi gak ada bingkai yang jelas sebenernya, tapi karena sudah coba komit
dengan tulis menulis, cinta sepertinya lebih mudah untuk dituangkan. Karena
cinta adalah perjalanan seumur hidup. Saya pernah merasakan
cinta setinggi langit dan meledak-ledak hingga melewati atmosphere dan
juga cinta yang hambar sampai kalaupun angin lewat, yang terasa hanya kering
hawanya saja. Beruntung sudah pernah berada di dua sisi itu. Kalau belum pernah
sakit karena cinta, maaf Anda melewatkan momen paling membahagiakan di muka
bumi. Jangan juga sampai bunuh diri, karena masalah Anda jadi lipat dua, masalah
dengan dunia yang Anda tinggalkan tidak selesai lalu ditambah masalah dengan
Tuhan, yang sudah menunggu di ujung sana dengan raut muka kecewa.
very early, me and radio
No comments:
Post a Comment